Pesan Politik Bagi Calon Gubernur DKI 2012
Posted on Juli 20, 2012
Berpolitiklah secara elegan dan beretika, berpesta demokrasilah secara cerdas dan jujur. Jangan gadaikan kemenanganmu dengan politik transaksional partai politik pendukungmu. Yakinlah sebenarnya kemenanganmu adalah karena kehebatan dan karismamu. Bukan karena kehebatan partai pendukungmu.
Bila harus melakukan politik transaksional lakukan politik transaksional dengan cerdas agar nantinya kamu tidak tersandera elit politik dengan menyandera hutang politik transaksional dari badut politik dan poli tikus yang membawamu dalam korupsi kekuasaan saat kamu menang nantinya.
Jangan terbuai ocehan para politikus bahwa mesin partai akan bekerja dan akan memenangimu. Omong kosong paling besar bila mesin partai akan memenangimu. Kalaupun mereka membantu kamu mungkin hanyalah langkah awal pencalonan. Justru jasa terbesar kemenanganmu adalah tim sukses pendukungmu. Tetapi sadarlah kamu, bahwa kamu menang adalah karena karisma yang dianugerahkan Tuhan untuk menjadi pemimpin. Tangan Tuhan tidak kamu sadari telah bekerja untuk memilihmu.
The important thing is not the Triumph but the struggle. Yang terpenting bukanlah Kemenangan-nya tetapi usaha untuk mencapainya. Sang Pencipta sutradara kehidupan akan selalu mencatat setiap usaha burukmu, akan selalu mengetahui usaha baikmu untuk meraih kemenangan sejati. Niat baik demi membangun rakyat Jakarta akan menuai hasil terhebat. Setiap usaha buruk nantinya dapat menjungkalkan kamu dari posisi paling atas ke tanah keras paling dalam dan terjerembab sangat pedih dan sangat sakit.
Sadarlah kamu, bahwa sebesar apapun kekayaanmu untuk membeli suara, sehebat apapun partai pendukungmu, sekuat apapun kekuasaanmu mempengaruhi anak buah untuk memilihmu, sehebat apapun kecanggihan otakmu untuk menjadi pemimpin tidak akan bisa menjungkalkan lawanmu bila diberi kekuatan anugerah karisma yang telah dipilih oleh tangan Tuhan melalui suara rakyat.
Sebagai pemimpin dan calon pemimpin sejati, siaplah menang dan siaplah untuk kalah. Siap menang bukan berarti bangga akan kehebatanmu mengalahkan lawanmu dalam Pilkada. Siap menang adalah siap menerima tanggung jawab yang luar biasa berat yang terpatri di pundakmu. Siap kalah bukan berarti sekedar memberi ucapan selamat kemenangan kepada lawanmu. Tetapi siap kalah adalah menyadari bahwa memang kamu belum saatnya untuk menjadi pemimpin. Siap kalah bukan hanya selalu mencari-cari alasan kecurangan lawan saat mengalahkanmu. Siap kalah artinya kamu harus mendukung sepenuhnya kepemimpinan lawan politikmu dan jangan merecoki dengan tingkah polah politik nakal saat lawan politikmu bekerja membangun rakyat.
Tanggapan :
Pemilu adalah suatu proses dimana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan disini beraneka ragam, mulai dari presiden, wakil residen dan juga gubernur yang sekarang sedang marak di Jakarta. Di dalam pemilu biasanya terdapat pemilihan hasil terbanyak atau dikatakan terpilih menjadi gubernur, sedikit atau kalah dalam pemilihan suara, dan golput. Biasanya calon-calon pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya dalam masa kampanye. Saya sependapat dengan artikel di atas, karna yang terpenting bukanlah kemenangannya tetapi usaha untuk mencapainya. Kalah bukan berarti mengalah. Karna orang yang besar adalah orang yang berbesar hati, ikhlas menerima kekalahan dan tuhan mempunyai suatu rencana. Mungkin sekarang belum saatnya menjadi pemimpin, tetapi tuhan akan mengganti dua kali lipat yang lebih baiik. Sedangkan jika tepilih dan menang dalam pemungutan suara, harus siap menerima keluh kesah rakyat, bertanggung jawab dan dapat di percaya. Karna merupakan suatu amanah yang harus dipikul dalam membenahi kota jakarta sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar