Selasa, 06 November 2012

KEWARGANEGARAAN


USTAD.kuh, Pahlawankuh

I.     ANALISIS
        Kriing..Kriing..
Masih ingat betul sepeda polygon milik papa, biasa disapa Ustadz Fahrizal, tinggi, besar, energik, muda, penuh semangat, supel, murah senyum dan percaya diri. Beliau adalah penasehat Ponpes Modern Al-Amanah, masih ingat betuul cara menaikinya, lalu menggowesnya. Bertepa salam tiap bertemu dengan santiwan atau santriwati. Lima bulan meninggalkan Ponpes Modern Al-Amanah, banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari baliau, khususnya dari pengasuh Ponpes Modern Al-Amanah, KH. Nur Cholis Misbah. Setiap hari  beliau selalu bercerita tentang ambisi dan cita-cita. “Dunia ini milik orang-orang berani” kata-kata itulah yang selalu melekat dan bercokol kuat di sanubariku. Ketakutan dan keragu-raguan adalah musuh besar dalam kesuksesan. Itulah sambungan kata inspiratif yang selalu beliau torehkan kapada santriwan dan santriwati Ponpes Modern Al-Amanah.
 Kesempatan hanya datang sekali dalam hidup kita dan tidak akan datang untuk kedua, ketiga, dan seterusnya. Dalam memutuskan sekali inilah yang sering kali membuat terombang-ambing untuk menentukan apakah kita harus mengambil kesempatan ini atau lebih memilih mundur?? Demikian nasihat Mahasiswa Pasca sarjana Institut Abu Noer al-Kuftaro Damaskus-Suriah.  Masiih ingat sekali setiap hari beliau mendidik, menggembleng, bahkan membakar semangat para santiwan dan santriwati. “ Hidup ini hanya sekali. Think out the box.  Tidak ada kehidupan di dunia untuk kedua kalinya. Mana yang dipilih dalam hidup kita? Menjadi manusia yang berfikir namanya di batu nisan kuburannya? Atau menjadi orang yang senantiasa ditulis namanya di khalayak ummat, terkenang kebaikannya, jujur pribadinya, berani dalam memutuskan dan bermanfaat bagi sesama.” Masiih ingat sekali sebelum pelajaran dimulai beliau mengabsen santrinya satu persatu dan bertanya apa keinginanmu hari ini? Saya ingiin pulang ustad, bosen di pondok. Celetuk jaka, berbadan gendut, hitam, tinggi dan besar. Saya ingin jalan-jalan, maka ice cream ustad, biasa disapa liony anak 12 IPA. Saya Cuma kangen masakan bunda ustad, ujar jumiati berbadan kecil, manis dan selalu rapi. Saya ingin hijrah ke Kairo ustad, sapa fatimah. Bunda kelas 12 IPA. Subhanallah..banyak sekali keinginan kalian hari ini. Mudah-mudahan Allah mengabulkan salah satu dari keinginan kalian hari ini, karena kita berdo’a dengan menengadah tetapi berkata positif merupakan do’a jika kalian yakin, percaya bahwa suatu saat nanti keinginan kalian akan terkabul. Karna Allah sesuai dengan prasangka hambanya.

II.                  PEMECAHAN
 Orang yang sukses adalah mereka yang sanggup mengolah kegagalannya menjadi ramuan mujarab sebagai bahan bakar kesuksesannya. Experience is the best teacher, guru yang paling beerharga adalah pengalaman, belajarlah dari pengalaman, niscaya akan banyak menemukan key word atau kata kunci kesuksesan. Pertama, berani mengambil sikap dengan mengatakan “ya” dengan segala resiko yang ada. Maju terus pantang mundur. Kita tidak akan berhasil jika kita mencoba. Masih ingaat sekali beliau bercerita bagaimana nasibnya di jakarta, dua bulan tidak jelas menunggu pengumuman beasiswa Damaskus. Ujar alumni Ponpes Gontor Darussalam, Ponorogo. Rasa “nekat” inilah yang sebenarnya yang dibutuhkan manusia untuk mengantarkannya ke mimpi dan cita-cita. Karena energi inilah yang sanggung mengusir kegelisahan hati dan menatanya menjadi kemantapan yang luuar biasa. Kedua, lebih baik katakan “tidak” jika memang kita yakini bahwa itulah jawaban yang terbaik saat ini. Kata-kata itu bukan berarti menyerah dari suatu tantangan dan uji coba dari sang Maha Sutradara. Akan tetapi lebih tepat kita menyebutnya dengan kata mundur satu langkah untuk mengatur strategi yang lebih baik dan menjanjikan. Banyak orang yang alergi dengan kata tidak, padahal ketika kita berani untuk mengatakan tidak, akan menjadi cemeti yang “mencambuk” kita untuk melakukan sesuatu hingga mampu mempersembahkan yang terbaik di kesempatan yang lain. Memang kesempatan hanya datang sekali, tetapi kesempatan akan datang di lain waktu.  

III.                SOLUSI
                Saat ini bangsa kita sangat butuh pribadi-pribadi yang terlupakan, pribadi-pribadi yang terkenang sepanjang masa, pribadi-pribadi yang mengukir sejarah dengan kebaikan, ketulusan dan keberaniannya agar bisa memberikan inspirasi dan teladan bagi anak bangsanya sehingga menjadi bangsa yang berperadapan tinggi. Alhamdulillah teman seperjuangan saya, Fatimah Nurul Khoiriyah mendapatkan beasiswa dan Pendidikan yang bermutu, Uneversitas Kairo, Mesir dan Siti Aisyah Universitas AL-Qur'an Khurtoum Sudan, akhirnya dream come true. Mari kita menatap masa depan dengan penuh optimis. Berani untuk bersikap, nekat dalam berniat, dan mantab dalam melangkah. Kalau kita hanya berani bercita-cita terbang di atas pohon, maka bagaimana kita akan sampai ke langiit dan bersantai di atas awan-awannya. Semestinya kita berani setengah nekat dalam bermimpi. Kalaupun jatuh, minimal akan jatuh di atas awan.
Top of Form

Tidak ada komentar:

Posting Komentar