USTAD.kuh, Pahlawankuh
I. ANALISIS
Kriing..Kriing..
Masih ingat betul sepeda polygon milik papa, biasa disapa Ustadz Fahrizal, tinggi,
besar, energik, muda, penuh semangat, supel, murah senyum dan percaya diri. Beliau
adalah penasehat Ponpes Modern Al-Amanah, masih ingat betuul cara menaikinya,
lalu menggowesnya. Bertepa salam tiap bertemu dengan santiwan atau santriwati. Lima
bulan meninggalkan Ponpes Modern Al-Amanah, banyak sekali pelajaran yang saya
dapat dari baliau, khususnya dari pengasuh Ponpes Modern Al-Amanah, KH. Nur Cholis
Misbah. Setiap hari beliau selalu
bercerita tentang ambisi dan cita-cita. “Dunia ini milik orang-orang berani”
kata-kata itulah yang selalu melekat dan bercokol kuat di sanubariku. Ketakutan
dan keragu-raguan adalah musuh besar dalam kesuksesan. Itulah sambungan kata
inspiratif yang selalu beliau torehkan kapada santriwan dan santriwati Ponpes
Modern Al-Amanah.
Kesempatan hanya datang sekali dalam hidup
kita dan tidak akan datang untuk kedua, ketiga, dan seterusnya. Dalam memutuskan
sekali inilah yang sering kali membuat terombang-ambing untuk menentukan apakah
kita harus mengambil kesempatan ini atau lebih memilih mundur?? Demikian nasihat
Mahasiswa Pasca sarjana Institut Abu Noer al-Kuftaro Damaskus-Suriah. Masiih ingat sekali setiap hari beliau mendidik,
menggembleng, bahkan membakar semangat para santiwan dan santriwati. “ Hidup
ini hanya sekali. Think out the box. Tidak
ada kehidupan di dunia untuk kedua kalinya. Mana yang dipilih dalam hidup kita?
Menjadi manusia yang berfikir namanya di batu nisan kuburannya? Atau menjadi
orang yang senantiasa ditulis namanya di khalayak ummat, terkenang kebaikannya,
jujur pribadinya, berani dalam memutuskan dan bermanfaat bagi sesama.” Masiih
ingat sekali sebelum pelajaran dimulai beliau mengabsen santrinya satu persatu
dan bertanya apa keinginanmu hari ini? Saya ingiin pulang ustad, bosen di
pondok. Celetuk jaka, berbadan gendut, hitam, tinggi dan besar. Saya ingin
jalan-jalan, maka ice cream ustad, biasa disapa liony anak 12 IPA. Saya Cuma kangen
masakan bunda ustad, ujar jumiati berbadan kecil, manis dan selalu rapi. Saya ingin
hijrah ke Kairo ustad, sapa fatimah. Bunda kelas 12 IPA. Subhanallah..banyak
sekali keinginan kalian hari ini. Mudah-mudahan Allah mengabulkan salah satu
dari keinginan kalian hari ini, karena kita berdo’a dengan menengadah tetapi
berkata positif merupakan do’a jika kalian yakin, percaya bahwa suatu saat
nanti keinginan kalian akan terkabul. Karna Allah sesuai dengan prasangka
hambanya.
II.
PEMECAHAN
Orang yang sukses adalah mereka yang sanggup
mengolah kegagalannya menjadi ramuan mujarab sebagai bahan bakar kesuksesannya.
Experience is the best teacher, guru yang paling beerharga adalah pengalaman,
belajarlah dari pengalaman, niscaya akan banyak menemukan key word atau kata
kunci kesuksesan. Pertama, berani mengambil sikap dengan mengatakan “ya” dengan
segala resiko yang ada. Maju terus pantang mundur. Kita tidak akan berhasil
jika kita mencoba. Masih ingaat sekali beliau bercerita bagaimana nasibnya di
jakarta, dua bulan tidak jelas menunggu pengumuman beasiswa Damaskus. Ujar alumni
Ponpes Gontor Darussalam, Ponorogo. Rasa “nekat” inilah yang sebenarnya yang
dibutuhkan manusia untuk mengantarkannya ke mimpi dan cita-cita. Karena energi
inilah yang sanggung mengusir kegelisahan hati dan menatanya menjadi kemantapan
yang luuar biasa. Kedua, lebih baik katakan “tidak” jika memang kita yakini
bahwa itulah jawaban yang terbaik saat ini. Kata-kata itu bukan berarti
menyerah dari suatu tantangan dan uji coba dari sang Maha Sutradara. Akan tetapi
lebih tepat kita menyebutnya dengan kata mundur satu langkah untuk mengatur
strategi yang lebih baik dan menjanjikan. Banyak orang yang alergi dengan kata tidak,
padahal ketika kita berani untuk mengatakan tidak, akan menjadi cemeti yang “mencambuk”
kita untuk melakukan sesuatu hingga mampu mempersembahkan yang terbaik di
kesempatan yang lain. Memang kesempatan hanya datang sekali, tetapi kesempatan
akan datang di lain waktu.
III.
SOLUSI
Saat
ini bangsa kita sangat butuh pribadi-pribadi yang terlupakan, pribadi-pribadi
yang terkenang sepanjang masa, pribadi-pribadi yang mengukir sejarah dengan
kebaikan, ketulusan dan keberaniannya agar bisa memberikan inspirasi dan
teladan bagi anak bangsanya sehingga menjadi bangsa yang berperadapan tinggi. Alhamdulillah
teman seperjuangan saya, Fatimah Nurul Khoiriyah mendapatkan beasiswa
dan Pendidikan yang bermutu, Uneversitas Kairo, Mesir dan Siti
Aisyah Universitas AL-Qur'an Khurtoum Sudan, akhirnya dream come true. Mari kita
menatap masa depan dengan penuh optimis. Berani untuk bersikap, nekat dalam
berniat, dan mantab dalam melangkah. Kalau kita hanya berani bercita-cita
terbang di atas pohon, maka bagaimana kita akan sampai ke langiit dan bersantai
di atas awan-awannya. Semestinya kita berani setengah nekat dalam bermimpi. Kalaupun
jatuh, minimal akan jatuh di atas awan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar