Minggu, 14 Oktober 2012

KEWARGANEGARAAN

            aKuh, 4 tahun yang aKan datang



Setelah LULUS S1 PGMI, tentunya ingin menjadi guRu. tetapi saya mempunyai pRiinsip pekerjaanlaH yang mencari saya bulan saya yang mencaRi pekerjaan. itu semua bisa terjadi jika kita memiliki kaRakter yang pRofesional dalam sistem mendidik anak, mempunyai akhlakul kaRimah, sabar dan muRah senyum. haL itu membuktikan betapa pentingnya pendidikan berkarakter dalam suatu lembaga sekolah. pendidikan yang bagaimana itu??
suatu pendidikan yang membentuk karakter anak didik untuk menjadi pRibadi yang luaR biasa. 
mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, kecerdasan, kepribadian yang menaRik, dan ketRampilan.
semua itu neea dapat daRi pentingnya oRganisasi, sehingga banyak link, relasi, dan infoRmasi. 
Neeach juga dibeRi amanat oLeh bunda untuk menjaga toseRba di depan rumah. ada dua toko di depan Rumah, sebelah kanan kHusus sembako, sedangkan sebelah kiRi khusus alat tulis, pulsa, dan ice cReam. Dari sini neea belajar banyak haL. neea belajaR managemen, mengatuR keuangan, melayani pembeli, tentunya menjadi penjual yang ramah dan murah senyum.
neea tidak hanya berhenti pendidikan sampai S1, tetapi Neea ingiin mengiinjakkan kaki di negRi kiNciir angiN, yups melanjutkan S2 di Belanda. melihat mekarnya bunga tulip, meRasakan autumn dan winteR :) neea juga ingiin belajar dengan banyak oRang, shaRing ato tukaR pikiran, tukar kebudayaan. belajaR itu penting
 belajaR juga tidak hanya dari buKu, sumbeR refeRensi atau ensikLopedi.
tapi beLajar daRi pengaLaman oRang Lain juga penting sob?
pengalaman adalaH seRentetan kata bijak yaNg tidak ditemukan dalam petuah-petuah guRu kita.
jangan peRnah takut untu beRmimpi, kejarlah cita-citamuh sampai daRah peNghabisaN. 
"Mimpi itu peNtiing nduk??"
 demikian nasiHat romo Kyai Haji Nur Cholis Misbah, Pengasuh PP Modern Al Amanah Krian. oRang yang sukses adaLah oRang yang beRani meLawan dan memeRangi keRaguannya dalam beRcita-cita. keNapa oRang laiN bisa suKses sedangkan kiTa tidak?? padahal modaL yang dibeRikan tuHan sama. YakiniLah bahwa setiaP daRi kita mempunyai kesempatAn untuk beRhasiL dan menjadi pRibadi yang luaR biasa. oRang yang miskin buKan beRarti tidak mempunyai haRta benda, tetapi oRang yang miskin adaLah oRang yang tidaK mempunyai mimpii dan cita-cita. 









 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar